Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus 2021 Melakukan Pendataan UMKM “Dapur Fresto” di Desa Ngurensiti, Wedarijaksa, PATI

Gambar 1. Proses Pembersihan ikan

Terhitung mulai awal bulan September IAIN Kudus telah resmi melaksanakan pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Kompetensi (KKN-IK), yang mana KKN-IK adalah salah satu bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. KKN-IK IAIN Kudus 2021 tersebar di 4 Kabupaten, yaitu: Kudus, Pati, Demak dan Jepara. Berhubung saat melaksanakan KKN masih ditengah masa pandemic, maka ada ketentuan yang berbeda untuk  mahasiswa peserta KKN yang ada di Pati. Seperti yang telah diketahui pada umumnya satu kelompok untuk satu desa namun, di Pati  tidak diberlakukan demikian. Untuk pengelompokan langsung terpusat di Kecamatan. Salah satu kelompok yang ada di Kabupaten Pati adalah Wedarijaksa 2 dimana kelompok tersebut terdiri dari 17 mahasiswa yang berasal dari  8 Desa yaitu: Wedarijaksa, Suwaduk, Panggungroyom, Sukoharjo, Margorejo, Jontro, Ngurensiti, dan Tawangharjo, yang nanti akan melaksanakan kegiatan KKN di Desa masing-masing dengan dibimbing oleh Ibu Alfi Nikmah, M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus 2021 yang berdomisili dari  Desa Ngurensiti kebetulan hanya ada satu mahasiswa yaitu Irma Agestina dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). DPL telah menyampaikan harapannya kepada kelompok KKN-IK Wedarijaksa 2 bahwa kami semua harus dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi-potensi yang ada didesa masing-masing, baik itu potensi ekonomi, maupun keagamaannya. Kemudian mahasiswa KKN-IK melakukan pendataan dan mensurvey UMKM yang ada di Desa Ngurensiti, salah satunya yaitu UMKM untuk olahan fresto.

Gambar 2. Proses Marinasi

UMKM olahan bandeng Fresto yang dikenal dengan sebutan Dapur Fresto ini dikelola oleh Ibu Rustiah yang berlokasikan di Desa Ngurensiti, Rt: 08 Rw: 01 dengan dibantu oleh 4 orang karyawan untuk mengolah bandeng mulai dari proses pembersihan ikan sampai proses pengemasan. Ibu Rustiah menyampaikan bahwa adanya pandemic covid-19 ini membawa pengaruh secara signifikan terhadap usaha ini dengan ditandai oleh menurunnya omset pendapatan perharinya. Setelah berbincang-bincang banyak bersama Ibu Rustiah, kemudian saya meminta ijin untuk belajar secara langsung mengenai proses pengolahan bandeng prestonya di dapur. Dengan rasa senang hati Ibu Rustiah mempersilakan saya untuk masuk di dapur dan ikut membantu sedikit dalam pengolahan bandeng fresto.

Olahan bandeng fresto melalui beberapa proses, yaitu:

  1. Proses pembersihan ikan bandeng kemudian dibedakan ukurannya. Dan ukuran itulah yang nanti dijadikan patokan harga jualnya.
  1. Proses memarinasi ikan bandeng, dengan diberi daun pisang dibawahnya supaya tidak lengket antara satu dan yang lainnya. Kemudian ditaruh kedalam Loyang besar yang ukurannya sudah sesuai dengan panci frestonya.
  1. Memasukkan Loyang ledalam panci fresto yang telah tersedia, kemudian menutupnya dengan sangat kuat sehingga dibutuhkan alat obeng.
  1. Setelah proses frestonya selesai, maka harus ditunggu lagi sampai tidak panas. Baru setelah itu dibuka penutupnya dan diangkatlah Loyang keluar untuk ditata lagi, kemudian dimasukkan kedalam lemari supaya uap panasnya benar-benar sudah tidak ada.
  1. Dan setelah itu barulah ikan bandeng dimasukkan mesin frozen, nanti ketika ada pesanan barulah dilakukan proses penggorengan, pengemasan, hingga pemberian label yang ber cap Dapur Fresto.
Gambar 3. Ikan Hasil olahan Bandeng Presto

Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus 2021 melakukan pendataan UMKM yang ada di Desa Ngurensiti hanya diambil beberapa saja untuk sampel agar lebih efisien dalam pelaksanaannya, karena banyaknya masyarakat Desa Ngurensiti yang memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Penulis: KKN-IK IAIN Kudus 2021

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan